PD. ANEKA ISNDUSTRI DAN JASA SUMUT DIMASA PADEMI COVID-19 MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN BARU DAN MENEKAN INFLASI PERDAGANGAN CABAI DAN BAWANG MERAH.

PD. ANEKA ISNDUSTRI DAN JASA SUMUT DIMASA PADEMI COVID-19 MEMBUKA LAPANGAN PEKERJAAN BARU DAN MENEKAN INFLASI PERDAGANGAN CABAI DAN BAWANG MERAH.

M E D A N 29 MEI 2020 . Membangun ketahanan pangan melalui perdagangan dan pendistribusian cabai merah dan bawang merah kepada pedagang disekitar pasar-pasar besar di kota Medan mampu menghidupkan Lima puluh tiga kepala keluarga dimasa pademi covid-19, tidak tertutup kemungkinan juga menggairahkan empat belas kelompok tani cabai dan bawang merah di sentra-sentra pertanian di Sumatera Utara, demikian kata Direktur Utama PD. Aneka Industri dan Jasa Propinsi Sumatera Utara, Dr. Renny Maisyarah, SE, Ak, M.Si, CA, di ruang kerjanya.

Aneka Industri dan Jasa (PD. AIJ) Sumatera Utara, merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah propinsi Sumatera Utara, mendapatkan mandat dari Gubernur Sumatera Utara, melalui Peraturan Gubernur Sumatera Utara, Nomor 9 tahun 2020, tentang penugasan kepada PD Aneka Industri dan Jasa dalam perdagangan dan distribusi komoditi cabai dan bawang merah di Sumatera Utara, dengan tujuan menjaga stabilitas harga dalam mengendalikan inflasi, ujar Dr. Renny Maisyarah.

Sejak Pergub diterbitkan, telah dibentuk unit kerja untuk perdagangan dan pendistribusian cabai dan bawang merah di PD. AIJ Sumut, dan kita juga secara paralel melakukan kerjasama kemitraan dengan kelompok petani cabai dan bawang merah, dan membentuk kantong-kantong pedagang cabai dan bawang merah disekitar enam pasar besar di Kota Medan, sebagai pilot project kami, kata Direktur Operasional PD. AIJ Sumut, Muhammad Hidayat Nur, S.Sos.

Ditambahkan Dr. Renny selaku Direktur Utama PD. AIJ Sumut, di masa pademi Covid-19 ini kita mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar pasar-pasar, tampilnya beberapa masyarakat untuk menjadi pedagang baru untuk cabai dan bawang merah yang kita distribusikan, dan menghasilkan bagi perkenomian keluarga mereka, sehingga lima puluh tiga kepala keluarga tersebut mampu bertahan di masa pademi Covid-19 ini, kata Dr. Renny di damping oleh Direktur Operasional, Muhammad Hidayat Nur, S.Sos dan Koordinator Unit Perdagangan dan Distribusi Cabai dan Bawang merah PD. AIJ Sumut, Efrizal Adil, SE, MA.

Disamping menekan terjadinya gejolak inflasi akibat perdagangan cabai dan bawang merah, yang biasanya merugikan bagi konsumen, dan petani, PD. AIJ Sumut juga mampu memberikan warna dalam penekanan angka inflasi di pasar dengan melakukan perdagangan Cabai dan bawang Merah tadi.

Ini terbukti, selama ini, kendali harga berada di pedagang-pedagang besar, sehingga angka inflasi sulit untuk di kendalikan. Tetapi, dengan tumbuhnya pedagang-pedagang kecil di sekitar pasar yang memberikan harga variatif sehingga gejolak harga dapat ditekan, walau belum bisa dikatakan mampu menekan harga secara signifikan, namun sudah mewarnai gejolak harga di masing-masing pasar, kata Dr. Renny.

Lain halnya pedagang-pedagang yang dibentuk PD. AIJ Sumut, seperti Syahrial, mengatakan “saya baru saja di PHK dari pekerjaan, dan ditawarkan oleh PD. AIJ Sumut untuk memasarkan Cabai dan Bawang merah, awalnya saya ragu, karena tidak punya pengalaman dan modal, tetapi PD. AIJ Sumut mendorong saya untuk berjualan, dan memang rumah saya tidak jauh dari Pasar, dimana PD. AIJ Sumut member saya cabai dan bawang merah tanpa biaya, dan selanjutnya besok hari saya baru setor hasil penjualan kepada PD. AIJ Sumut. Disamping saya dapat pekerjaan, juga saya mampu membiayai kehidupan ekonomi keluarga saya, dimana tadi saya sangat bingung setelah di PHK di tempat kerja saya yang lama”, ujar Syahrial.

Muhammad Hidayat Nur, Direktur Operasional PD. AIJ Sumut menyatakan, disamping melakukan MoU dengan Kelompok Petani dan pembentukkan pedagang-pedagang retail di sekitar pasar, kami juga menjalin kemitraan dengan PT. Perkebunan Sumatera Utara (BUMD), Dirjen Kementerian Pangan di Jakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumatera Utara, Dinas Tanaman Pertanian dan Hortikultura Sumatera Utara, dan dalam dekat ini kita akan lakukan MoU dengan PD. Pasar Kota Medan, demikian kata Hidayat.

social position

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *